my album



Kamis, 21 Juni 2012

Resensi Buku filsafat Ilmu


Nama Buku     : Filsafat Ilmu: Sebagai Dasar Pengembangan Ilmu Pengetahuan 
Pengarang       : Tim Dosen Filsafat Ilmu Fakultas Filsafat UGM
Penerbit           : Liberty Yogyakarta
Tahun Terbit    : 2010
Tebal               : 189 Halaman

Buku Filsafat Ilmu ini disusun oleh Tim Dosen Filsafat Ilmu, Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada. Di dalam buku ini dibahas berbagai hal yang berkaitan dengan Filsafat Ilmu. Pembahasan-pembahasan tersebut dibagi-bagi dalam berbagai bab, yaitu:
Bab pertama membahas tentang kelahiran dan perkembangan ilmu pengetahuan. Penulis berpendapat bahwa berfilsafat merupakan manifestasi kegiatan intelektual yang meletakkan dasar-dasar paradigmatik bagi tradisi dalam kehidupan masyarakat ilmiah yang diawali orang-orang Yunani Kuno pada abad ke-6 SM. Selain itu, dibahas juga mengenai komponen-komponen penyusun ilmu, klasifikasi ilmu pengetahuan yang dikemukakan oleh beberapa filosof, berbagai alternatif untuk mengantisipasi fenomena perubahan dalam masyarakat, pengenalan filsafat ilmu mengenai ontologi ilmu, epistemologi ilmu, dan aksiologi ilmu.
Bab kedua membahas tentang pengenalan filsafat yang meliputi arti filsafat sebagai suatu sikap, suatu metode, kelompok persoalan, sekelompok teori atau sistem pemikiran, dan analisis logis. Objek material dan formal filsafat pun dibahas dalam bab ini. Objek material adalah sesuatu hal yang dijadikan sasaranpemikiran, sesuatu hal yang diselidiki atau dipelajari. Sedangkan objek formalnya adalah cara memandang, cara meninjau terhadap objek material yang digunakan. Selain itu, dibahas juga hubungan ilmu dengan filsafat, persoalan filsafat yang mempunyai ciri-ciri: bersifat sangat umum, tidak menyangkut fakta, bersangkutan dengan nilai-nilai, bersifat kritis, bersifat sinoptik, dan bersifat implikatif, serta cabang-cabang dan aliran-aliran filsafat yang lahir karena persoalan-persoalan filsafat.
Bab ketiga membahas tentang ruang lingkup dan kedudukan filsafat ilmu. Ruang lingkup filsafat ilmu tersebut meliputi filsafat ilmu umum, filsafat ilmu khusus, filsafat ilmu terapan dan filsafat ilmu murni. Adapun kedudukan filsafat ilmu ini dikaitkan dengan epistemologi, cabang filsafat lain, serta ilmu-ilmu lain.
Bab keempat membahas tentang sejarah perkembangan ilmu mulai dari zaman pra Yunani Kuno beserta karakteristiknya, zaman Yunani Kuno beserta tokoh-tokohnya, zaman pertengahan, zaman Renaissance beserta tokoh-tokohnya, zaman modern, serta zaman kontemporer.
Bab kelima membahas tentang landasan penelaahan ilmu yang meliputi pandangan-pandangan para ilmuan dalam mempertimbangkan nilai-nilai hidup, ontologi, epistemologi, dan aksiologi.
Bab keenam membahas tentang sarana berpikir ilmiah yang meliputi bahasa ilmiah, logika dan matematika, serta logika dan statistika. Adapun yan dibahas dalam bahasa ilmiah yaitu penggolongan bahasa dan penjelasan atau definisi.
Bab ketujuh membahas tentang pengertian ilmu, ciri ilmu, dan metode ilmiah. Dalam buku ini, ilmu diartikan sebgai suatu bentuk aktivitas manusia untuk memperoleh suatu pengetahuan dan pemahaman tentang alam dan sekitarnya. Ciri dari ilmu adalah ujud aktivitas manusia dan aktivitas tersebut. Adapun metode ilmiah merupakan prosedur yang mencakup tindakan pikiran, pola kerja, cara teknis, dan langkah untuk memperoleh atau mengembangkan pengetahuan.
Bab kedelapan membahas tentang arti kebenaran, teori-teori kebenaran, serta sifat kebenaran ilmiah.
Bab kesembilan membahas tentang hubungan antara ilmu dan teknologi, hubungan ilmu dan kebudayaan, serta hubungan teknologi dan kebudayaan.
Bab kesepuluh membahas tentang etika keilmuan yang meliputi etika individual dan etika sosial. Etika individual membahas kewajiban manusia terhadap diri sendiri dalam kedudukan manusia sebagai warga negara. Etika sosial membahas tentang kewajiban manusia sebagai anggota masyarakat.
Kelebihan buku ini adalah gaya bahasanya yang cukup sederhana. Buku ini disusun oleh beberapa ahli yang ahli dibidangnya masing-masing sehingga pembahsannya lebih mudah dipahami. Satu ahli membahas satu bab. Buku ini juga diuraikan dengan sangat singkat tanpa berbelit-belit sehingga mudah untuk dipahami.
Kekurangan buku ini adalah sedikit sekali contoh-contoh dalam setiap pembahasannya, tidak adanya indeks kata yang dapat membantu mempermudah pencarian dan memahami istilah-istilah kefilsafatan.

Nama Buku     : Pengantar Filsafat Ilmu
Pengarang       : The Liang Gie
Penerbit           : Liberty Yogyakarta
Tahun Terbit    : 2000
Tebal               : 253 Halaman

Dalam buku ini dibahas hal-hal mengenai filsafat ilmu yang meliputi:
Bab pertama membahas tentang sumber filsafat dan ilmu bserta perkembangannya mulai dari masa Thales, Plato, Aristoteles, sampai terbentuknya filsafat ilmu. Dalam perkembangannya sejak zaman Yunani kuno telah berkembang empat bidang pengetahuan, yaitu filsafat, ilmu, matematika, dan logika.
Bab kedua membahas tentang pengertian filsafat sepanjang zaman. Pengertian filsafat ini kurang lebih berjumlah 42 pengertian yang dikemukakan oleh para filosof dan aliran filsafat.
Bab ketiga menguraikan berbagai definisi filsafat ilmu yang dikemukakan oleh beberapa ahli dan dibahas juga mengenai pembagian pengetahuan ilmiah. Penulis membagi ilmu berdasarkan jenis dan ragam.
Bab keempat membahas tentang pendapat-pendapat para filsuf mengenai ruang lingkup filsafat ilmu, sifat dasar dan hubungan filsafat ilmu dengan cabang-cabang ilmu lain yang meliputi perkembangan historis filsafat ilmu, unsur-unsur usaha ilmiah, gerakan-gerakan pemikiran ilmiah, serta kedudukan filsafati teori ilmiah. Selain itu, bab ini juga membahas tentang pembagian filsafat ilmu.
Bab kelima membahas tentang problem-problem filsafat ilmu mulai dari problem epistemologi ilmu, metafisis ilmu, metodologis ilmu, logis ilmu, etis ilmu, sampai estetis ilmu.
Pada bab-bab berikutnya membahas pengertian ilmu, ilmu sebagai aktivitas penelitian, ilmu sebagai metode ilmiah, ilmu sebagai pengetahuan sistematis, dimensi ilmu, struktur ilmu, dan penggolongan pengetahuan ilmiah. Penulis mengemukakan berbagai pendapat para ahli dalam membahas hal-hal tersebut diatas.
Kelebihan buku ini adalah dalam buku ini terdapat gambar para filosof. Dengan gambar-gambar tersebut pembaca terbantu dalam mengenal biografi dari para filosof. Isi buku ini memuat berbagai pendapat mengenai seluruh pembahasan buku ini. Selain itu juga disertai indeks.
Kekurangan buku ini adalah sedikit sekali contoh-contoh dalam setiap pembahasannya. Selain itu, pembaca sering kesulitan menarik kesimpulan dari setiap bab dalam buku ini karena di dalamnya memuat berbagai pendapat dari para ahli dibidang filsafat.

 Nama Buku     : Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer 
Pengarang       : Jujun S. Suriasumantri
Penerbit           : Pustaka Sinar harapan
Tahun Terbit    : 2007
Tebal               : 384 Halaman

Buku ini terdiri atas sepuluh bab termasuk satu bab penutup.
Bab pertama merupakan pengenalan mengenai hakikat ilmu pengetahuan dan filsafat. Berfilsafat menurut pengarang adalah berendah ahti terdahadp pengetahuan yang ada dan juga dapat diartikan sebagai seorang yang selalu merenungkan diri terhadap apa yang ada dihadapannya. Dalam bab ini juga dikemukakan ciri dari pemikiran filsafat, yaitu, menyeluruh, mendasar dan spekulatif. Selain itu dipaparkan pula cabang-cabang dari filsafat.
Bab kedua membahas mengenai dasar-dasar pengetahuan yang meliputi penalaran, logika, sumber pengetahuan dan kriteria kebenaran. Dijelaskan bahwa manusia adalah makhluk yang bepikir, yang merasa, mengindera dan memiliki totalitas yang berasal dari ketiga hal tersebut. Penalara menurut pengarang adalah suatu proses berfikir dalam menarik suatu kesimpulan yang berupa pengetahuan.
Bab ketiga menjelaskan tentang ontologi yang mempelajari mengenai hakikat metafisika, asumsi, peluang, beberapa asumsi dalam ilmu, dan batas-batas penjelajahan ilmu dalam kaitannya dengan filsafat ilmu.
Bab keempat membahas tentang epistemologi yaitu metode keilmuan sebagai cara untuk meraih hakikat filsafat itu sendiri. Terdiri atas jarum jam sejarah yang menjelaskan perbedaan metode pengetahuan dalam setiap keilmuan. Pengetahuan yang merupakan khasanah kekayaan mental yang secara langsung atau tidak langsung turut memperkaya kehidupan umat manusia.
Bab kelima mengenai sarana berpikir ilmiah yang pada dasarnya adalah sebagai alat untuk membantu kegiatan-kegiatan ilmiah dalam beberapa langkah yang harus ditempuh. Pada setiap langkah tertentu juga diperlukan sarana tertentu pula. Sarana berpikir ilmiah diantaranya terdiri atas bahasa, matematika dan statistika.
Bab keenam membahas mengenai aksiologi sebagai nilai dari keguanaan filsafat dengan ditopang ilmu dan moral, tanggung jawab sosial ilmuwan akan nilai-nilai yang diperoleh tersebut. Juga pembahasan mengenai nuklir dan pilihan moral serta revolusi genetika.
Bab ketujuh membahas mengenai kaitan antara ilmu dengan kebudayaan. Manusia dengan kebudayaan, ilmu dan pengembangan kebudayaan nasional dan dua pola kebudayaan.
Bab kedelapan membahas tentang kaitan ilmu dengan bahasa, tentang terminologi ilmu, apakah ilmu pengetahuan ataukah saint yang dinamakan ilmu itu. Juga menyangkut politik bahasa nasional.Bab kesembilan membahas mengenai struktur dan teknik penulisan dan penelitian ilmiah. Bab kesepuluh merupakan bab penutup yang memaparkan hakikat dan kegunaan ilmu.
Kelebihan buku ini, adalah gaya bahasanya yang cukup sederhana dengan disertai beberapa contoh yang membuat pembaca sedikit demi sedikit mengerti mengenai hal yang sedang dibahas.Kekurangannya mungkin karena terlalu banyak contoh sehingga kadang contohnya terlalu banyak daripada inti dari pembahasannya itu sendiri.

 Nama Buku     : Filsafat Umum
Pengarang       : Asmoro Achmadi
Penerbit           : Rajawali Pers
Tahun Terbit    : 2010
Tebal               : 152 Halaman

Filsafat mengajarkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan manusia sebagai makhluk individu, makhluk sosial, dan makhluk tuhan yang diaplikasikan dalam hidup. Pada dasarnya, mempelajari filsafat artinya berusaha untuk menjadi manusia yang bijaksana. Karena berfilsafat artinya mencari kebijaksanaan. Selain itu, mempelajari filsafat juga bertujuan untuk membentuk manusia yang berilmu.
Untuk mencapai tujuan dari mempelajari filsafat tersebut, dalam buku ini penulis menyajikan pembahsan-pembahasan yang harus dipelajari oleh orang yang ingin mempelajari filsafat. Adapun pembahasan-pembahsan yang disajikan dalam buku ini anatara lainsejarah filsafat, mulai dari filsafat Yunani, filsafat barat abad pertengahan, hingga pemikiran filsafat di Timur. Selain itu, buku ini juga menjelaskan filsafat modern, seperti rasionalisme, empirisme, materialisme, eksistensialisme, dan aliran-aliran filsafat modern lainnya, serta filsafat analitis dan strukturalisme.
            Kelabihan buku ini adalah bahasanya sederhana sehingga mudah untuk dipahami. Menggambarkan filsafat secara keseluruhan. Sedangkan kekurangannya adalah pembaca tidak mendapatkan informasi yang lebih tentang kefilsafatan karena penulis menguraikannya terlalu singkat. Penulis hanya menguraikan point-point pentingnya saja.

Nama Buku     : Tahu Dan Pengetahuan Pengantar Ke Ilmu dan Filsafat
Pengarang       : Prof.I.R. Poejawiratna
Penerbit           : Rineka Cipta
Tahun Terbit    : 2004
Tebal               : 119 Halaman

Dalam buku ini penulis banyak membahas tentang perbedaan filsafat dan iilmu. Dalam buku ini dijelaskan bahwa filsafat dan ilmu mempunyai objek material yang sama, tetapi mempunyai objek formal yang berbeda. Sehingga batasan antara keduanya menjadi jalas, akan tetapi pada prakteknya sering ada kekacauan. Hal ini  disebabkan karena ada kesamaan anatara yang diselidiki dan yang menyelidiki, yakni manusia. Manusia yang ingin tahu tidak selalu sadar akan batas tugas dan batas bidang ilmu yang menjadi wilayahnya masing-masing. Memang seharusnya diakui bahwa batas ini dalam teori pun tidak terlalu jelas. Bagaimanapun sulitnya tetap harus ditegaskan bahwa harus ada kesediaan dari pihak ilmiah maupun filsafat untuk tidak mencampurkan tugas dan wilayah.
Penulis memaparkan bahwa beda antara ilmu dan filsafat ternyata juga dari cara berfikir manusia. Ilmu lebih berkisar pada fakta. Fakta itu khusus, namun ilmu harus berlaku umum dalam hukum-hukumnya. Hukum-hukum itu berlaku umum: rumusan-rumusan hukum dalam ilmu alam, ekonomi serta ilmu hukum dan sebagainnya diajukan dalam keumumannya.

Nama buku      : Filsafat Ilmu
Pengarang       : Drs. Beni Ahmad Saebani, M.Si.
Penerbit           : Pustaka Setia
Tahun terbit     : 2009
Tebal               : 266 Halaman

Belajar memahami hakikat keberadaan segala sesuatu adalah awal dari berpikir filosofis. Perenungan merupakan jalan untuk memahami hakikat sesuatu termasuk hakikat diri. Perenungan dilakukan supaya dapat memaknai hidup ini, sehingga kehidupan yang kita jalani ini menjadi bernilai.
Untuk mengetahui dan memahami hakikat keberadaan segala sesuatu, lebih khususnya hakikat ilmu, dalam buku ini penulis membahas segala sesuatu yang berhubungan dengan ilmu, sehingga kita dapat mengetahui hakikat keberadaan ilmu yang sebenarnya. Dalam bukudibahas tentang pengertian fisafat ilmu, objek kajian filsafat ilmu, kedudukan dan sistematika filsafat ilmu, problematika dalam filsafat ilmu, aliran-aliran dalam filsafat problem epistemologi, ilmu sebagai aktivitas penelitian dan metode ilmiah, manfaat ilmu bagi kehidupan manusia, filsafat nilai antara etika dan estetika, teori nilai tentang estetika, dan kerangka berpikir dalam penelitian. Melalui buku ini, penulis berusaha mengarahkan agar pembaca melakukan segala sesuatu dengan kerangka berpikir yang terstruktur.
Dalam buku ini diuraikan berbagai hal yang berhubungan dengan filsafat ilmu dan dibahas secara menyeluruh. Pembahasannya disajikan dengan bahasa yang mudah dimengerti. Dan hal tersebut menjadi kelebihan buku ini. Selain itu buku ini juga memuat indeks yang dapat membantu pembaca dalam mencari istilah-istilah sulit dalam filsafat. Dalam pembahasannya selalu dikaitkan dengan ayat Al-Quran. Sedangkan kekurangannya adalah kekurangan contoh dalam setiap pembahasannya. Contoh itu sangat penting untuk membantu pembaca dalam memahami suatu teori. 

 Nama Buku     : Filsafat Sains
Pengarang       : Irawan
Penerbit           : Intelektia Pratama
Tahun Terbit    : 2007
Tebal               : 176 Halaman

Buku ini  mengungkapkan bahwa adanya ketidakseimbangan historis antara sains dengan filsafat meskipun ada juga harmoni di dalamnya. Sains tertentu terutama fisika bergerak cepat, sains lain seperti sejarah, bahasa, dan budaya lambat merangkak. Lain halnya dengan sains, filsafat memiliki sifat menembus sejarah karena persoalan yang dibahas bersifat mendasar. Walaupun sepintas nampak statis  namun filsafat tetap aktual sepanjang zaman. Itulah sebabnya pertanyaan filosofis barat terus berdiskusi tiada henti. Berputar-putar kadang terkendali kadang tidak.
Buku ini juga membahas faktor-faktor yang membuat filsafat sains tetap berkembang di Barat. Buku ini mengemukakan bahwa menemukan semangat sejarah sains dalam filsafat merupakan salah satu cara mengabadikan karya-karya sains sepanjang zaman. Sifat historis sains yang berkembang linier yang progresif di Barat adalah berkat kajian kritis dan reflektif dari filsafat yang senantiasa mendampingi arah revolusi sains. Itulah sebabnya hingga saat ini semangat mencari sains di Barat masih terpelihara dengan baik. Berbeda dengan di Timur terutama di Indonesia yang tidak memiliki tradisi keilmuan yang kuat.

Nama Buku     : Ilmu Filsafat Suatu Pengantar
Pengarang       : Drs. Surajiyo
Penerbit           : Bumi Aksara
Tahun Terbit    : 2005
Tebal               : 192 Halaman

Mempelajari filsafat secara keseluruhan dapat melalui filsafat sistematik dan sejarah filsafat. Melalui filsafat sistematik, kita akan mempelajari filsafat dengan cabang-cabangnya. Dalam buku ini dibahas segala sesuatu mengenai filsafat sistematik yang meliputi logika, epistemologi, filsafat ilmu, etika, estetika, metefisika, filsafat manusia, dan filsafat sosial.adapun sejarah filsafat meliputi sejarah filsafat Barat dan sejarah filsafat Timur, baik cina, india, maupun filsafat Islam.
Selain pembahasan-pembahasan di atas, buku ini juga terlebih dahulu membahas tentang pengantar filsafat. Hal ini bermaksud untuk memberikan gambaran umum tentang pengertian, objek, metode, ciri-ciri, asal dan peranan filsafat, kegunaan filsafat, serta cabang-cabang filsafat.
Dalam buku ini terdapat kesimpulan umum dan kesimpulan khusus tetang filsafat ilmu. Itulah kelebihan dari buku ini. Sedangkan kekurangannya adalah tidak terdapat gambar-gambar tentang kefilsafatan yang sedikitnya membantu pembaca dalam menambah pengetahuannya.

Nama Buku     : Filsafat Islam
Pengarang       : Drs. H. A. Mustofa
Penerbit           : PustakaSetia
Tahun Terbit    : 2004
Tebal               : 337 Halaman

            Buku ini menjelaskan tentang filsafat dan ilmu pengetahuan. Dikatakan dalam buku ini menurut Louis Kattsoff bahwa bahasa yang dipakai dalam filsafat dan ilmu pengetahuan dalam beberapa hal saling melengkapi. Hanya saja bahasa yang digunakan dalam filsafat mencoba berbicara mengenai ilmu pengetahuan, dan bukannya di dalam ilmu pengetahuan. Namun apa yang harus dikatakan olehseorang ilmuan mungkin penting pula bagi seorang filosof.
            Buku ini juga menyampaikan bahwa filsafat berusaha mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan pokok yang kita ajukan harus memperhatikan hasil-hasil ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan dalam berusaha menemukan rahasia alam kodrat. Filsafat mempersoalkan istilah-istilah terpokok dari ilmu pengetahuan dengan suatu cara yang berada di luar tujuan dan metode ilmu pengetahuan.
            Dalam hubungan ini, Harold menerapkan ilmu pengetahuan mengisi filsafat dengan sejumlah materi aktual dan deskriptif yang sangat diperlukan dalam pembinaan suatu filsafat ilmiah, dan sering pula menuntut minat khusus dalam beberapa ilmu.

Nama Buku     : Berfilsafat: Sebuah Langkah Awal
Pengarang       : Mark B. Woodhouse
Penerbit           : Kanisius
Tahun Terbit    : 2000
Tebal               : 240 Halaman

Mempelajari filsafat merupakan pengalaman yang sangat menantang. Berfilsafat artinya mencari kebijaksanaan. Pada dasarnya, berfilsafat dapat dilakukan oleh semua orang di dunia ini. Namun, sekiranya perlu bagi orang yang ingin mempelajari filsafat hendaknya ia memahami langkah-langkah dalam mempelajari seluruh kajian filsafat.
Masing-masing bab dalam buku ini membahas bagian-bagian penting dalam studi filsafat secara menyeluruh. Bab-bab dalam buku ini membahas langkah-langkah dalam berfilsafat mulai dari objek pembahasan filsafat, menjawab pertanyaan “Untuk Apa Berfilsafat?”.Pada bab 3 buku ini dibahas beberapa perangkat yang dapat membantu kita dalam melakukan analisis filsafat. Artinya, membantu kita dalam menentukan tataran kajian, mengidentifikasi permasalahan, dan memastikan bahwa kita benar-benar mengerti apa yang sedang dipersoalkan. Dalam buku ini juga terdapat latihan-latihan yang menuntut kita untuk menyelesaikan persoalan yang disediakan. Selain itu, buku ini juga membahas jenis-jenis tulisan filsafat dan bagaimana cara menulis karangan filsafat.
            Kelebihan dari buku ini adalah menyajikan langkah-langkah dalam berfilsafat. Buku ini memberikan pandangan yang utuh tentang filsafat dan bimbingan praktis berfilsafat tanpa harus banyak meneliti persoalan-persoalan spesifik maupun aliran-aliran tertentu. Buku ini juga dilengkapi dengan ringkasan riwayat hidup dan pemikiran para filosof besar, dan glosari.

Nama Buku     : Pengantar Filsafat Ilmu
Pengarang       : Rizal Mustansyir
Penerbit           : Pustaka Pelajar
Tahun Terbit    : 2001
Tebal               : 180 Halaman

            Buku filsafat ini lebih ditunjukan terutama para peminat filsafat. Pada bagian awal pembaca diajak untuk mengenal sekilas filsafat dan filsafat ilmu. Pengenalan filsafat ini meliputi pengertian, ciri-ciri berpikir kefilsafatan, prinsip-prinsip dalam berfilsafat. Sementara itu pengenalan skilas tentang filsafat ilmu terutama dimaksudkan untuk memperjelas pengertian, objek material dan objek formal, tujuan serta implikasi filsafat ilmu.
            Aspek sejarah perkembangan filsafat dan filsafat ilmu pengetahuan mendapat penekanan dalam buku ini karena dengan belajar sejarah kita dapat melihat berbagai visi dan pergeseran paradigma yang menandai revolusi ilmu pengetahuan sejak zaman Yunani hingga kontemporer. Hal ini mengajarkan kepada kita bahwa setiap ilmu pengetahuan senantiasa dituntut mengikuti perkembangan yang terjadi di masyarakat, sehingga ilmu selalu kontekstual.
            Pokok bahasan filsafat ilmu yang paling penting dalah masalah metodologi, maka dalam buku ini ditampilkan beberapa pandangan tentang prinsip-prinsip metodologisilmu seperti Prinsip Skeptik Metodis Rene Descartes, Prinsip Verifikatif Ayer, Prinsip Falsifikatif Popper. Ketiga metodis ini memainkan peranan penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai dengan kurun waktu yang melingkupinya masing-masing.

Nama Buku     : Filsafat Ilmu
Pengarang       : Prof. Dr. Ahmad tafsir
Penerbit           : Remaja Rosdakarya
Tahun Terbit    : 2004
Tebal               : 256 Halaman

Pengetahuan ialah segala sesuatu yang diketahui. Ternyata pengetahuan yang dimiliki manusia bermacam-macam. Jenis-jenis pengetahuan itu diantaranya pengetahuan sain, filsafat, dan mistik.
Buku ini berisi uraian tentang jenis-jenis pengetahuan yang dimiliki manusia. Mulai dari Pengetahuan Sain, Filsafat, dan Mistik. Masing-masing jenis pengetahuan tersebut dibahas baik dari segi ontologi, epistemologi, dan aksiologinya.
Pada bab kedua dibicarakan ontologi sain yang meliputi hakikat dan struktur sain. Hakikat sain menjawab pertanyaan apa sain itu sebenarnya. Struktur sain menjelaskan cabang-cabang sain. Pada bagian epistemologi sain diuraikan objek pengetahuan sain, cara memperoleh pengetahuan sain, dan cara mengukur benar-tidaknya pengetahuan sain. Pada bagaian aksiologi sain dibahas tentang kegunaan sain, cara sain menyelesaikan masalah, dan netralitas sain. Ada tiga teori kegunaan sain, yaitu teori sebagai alat eksplanasi, sebagai alat peramal, dan sebagai alat pengontrol.
Pada bab ketiga dibahas ontologi filsafat yang membicarakan apa pengetahuan filsafat itu sebenarnya, dan cabang-cabang filsafat. Pada bagian epistemologi filsafat dibicarakan objek filsafat yaitu yang dipikirkan, cara memperoleh pengetahuan filsafat, dan ukuran kebenaran pengetahuan filsafat. Pada bagian aksiologi pengetahuan filsafat diuraikan kegunaan pengetahuan filsafat dan cara filsafat menyelesaikan masalah. Filsafat menyelesaikan masalah secara mendalam dan universal dengan mencari asal masalah.
Pada bab keempat diuraikan ontologi pengetahuan mistik yang terdiri dari hakikat pengetahuan mistik dan struktur pengetahuan mistik yang terdiri dari mistik biasa dan mistik magis. Pada bagian epistemologi diuraikan objek pengetahuan mistik yang meliputi objek yang abstrak-supra-rasional, cara memperoleh pengetahuan mistik dengan melalui rasa bukan melalui indra dan akal rasional, dan ukuran kebenaran pengetahuan mistik yang diukur dengan teks Tuhan, kepercayaan, dan bukti empiris. Pada bagian aksiologi pengetahuan mistik dibahas kegunaan mistik dan cara pengetahuan mistik menyelesaikan masalah.Di kalangan sufi kegunaan mistik dapat menentramkan jiwa mereka. Cara pengetahuan mistik menyelesaikan masalah tidak melalui proses indrawi dan tidak juga melalui proses rasio.

Nama buku      : Panorama Filsafat Ilmu : Landasan Perkembangan Ilmu Sepanjang Zaman
Pengarang       : Conny Semiawan, Th.I. Setiawan, dan Yufiarti
Penerbit           : Teraju (Mizan Grup)
Tahun Terbit    : 2005
Tebal               : 222 Halaman

Buku ini menceritakan sejarah perkembangan pengetahuan dan ilmu pengetahuan manusia dari zaman ke zaman melalui analisa berbagai masalah. Dengan lugas para penulisnya membahas filsafat ilmu yang mencerminkan kekhasan bidang tersebut, tidak sekadar menceritakan perkembangan ilmu itu sendiri. Beberapa bagian dari buku ini mengungkapkan masalah kebenaran dan ketidakpastian ilmu, serta masalah-masalah kemanusiaan lain yang terletak di luar bidang perkembangan ilmu pengetahuan. Setiap bab diwarnai ciri-ciri yang tekait dengan kehidupan manusia dan menandai keunggulan tersembunyi dalam dirinya, yaitu temuan dalam berbagai bidang ilmu yang dilandasi oleh potensi kreatif dan rasa ingin tahu manusia. Sangat penting bagi mahasiswa dan praktisi pendidikan dari berbagai disiplin ilmu sebagai panduan dalam memahami ilmu pengetahuan yang berkembang saat ini.

Nama Buku     : Filsafat Ilmu
Pengarang       : DR. Cecep Sumarna
Penerbit           : Mulia Press
Tahun Terbit    : 2008
Tebal               : 298 Halaman

Filsafat ilmu berusaha mengajarkan nilai etik-simetrik dalam kesemestaan yang plural. Benar tidak berarti benar. Begitu juga slah tidak berarti salah. Filsafat ilmu mengajarkan betapa pentingnya hidup di alam terbuka.
Untuk dapat memaknai pentingnya hidup di alam terbuka tersebut, dalam buku ini penulis menguraikan berbagai pembahasan tentang filsafat ilmu. Dalam pembahasannya, penulis membaginya ke dalam beberapa bagian, diantaranya latar belakang filsafat ilmu, sejarah ilmu pengetahuan, pengenalan filsafat, metafisika, sumber ilmu pengetahuan, penalaran, metode berpikir ilmiah, cara menyusun proposal penelitian, etika, estetika, serta bahasa dan notasi ilmiah.
Pada bagian pertama dalam latar belakang filsafat ilmu diuraikan kekeliruan pandangan terhadap filsafat ilmu dan ilmu filsafat. Penulis memandang bahwa filsafat ilmu berbeda dengan ilmu filsafat. Selain itu, penulis juga membahas objek kajian filsafat ilmu, yaitu dimensi kesejarahan, pokok pikiran kefilsafatan, ontologi, epistemologi, dan aksiologi ilmu. Dijelaskan bahwa ilmu pengetahuan dapat diartikan sebagai keseluruhan lanjutan sistem pengetahuan manusia yang telah dihasilkan oleh hasil kerja filsafat kemudian dibukukan secara sistematis dalam bentuk ilmu.
Pada bagian kedua diuraikan sejarah perjalanan ilmu penggetahuan mulai dari mistik sampai menjadi ilmu. Sedangkan pada bagian ketiga penulis mengajak untuk mengenal filsafat mulai dari pemahaman tentang filsafat, ciri berpikir filsafat: radikal, sistemik, universal, dan spekulatif, serta cabang-cabang filsafat. Pada bagian-bagian selanjutnya penulis membahas berbagai hal yang berhubungan dengan metafisika, yakni makna metafisika, sejarah kelahirannya, nilai gunanya, serta cabang metafisika: metafisika umum dan metafisika khusus. Perbedaan ilmu dan pengetahuan, yaitu ilmu lebih menitik beratkan pada aspek teoritis, sedangkan pengetahuan tidak mensyaratkan adanya teoretisasi dan pengujian. Juga dibahas sumber ilmu pengetahuan, sumber ilmu dunia Islam, teori kebenaran, penalaran: ciri dan karakteristik nalar, logika sebgai sarana berpikir, sejarah perkembangan logika, cara kerja logika,  metode berpikir ilmiah: makna metode ilmiah, unsur yang mempengaruhinya, nilai gunanya, prosedurnya;cara menyusun proposal penelitian, etika, estetika, serta bahasa dan notasi ilmiah.

Nama Buku     : Filsafat Sosial
Pengarang       : Hans Fink
Penerbit           : Pustaka Pelajar
Tahun Terbit    : 2003
Tebal               : 197 Halaman
           
            Buku filsafat sosial ini menyajikan alasan tentang beberapa sistem filsafat sosial yang amat berpengaruh, yang dijadikan sebagai titik tolak bagi orientasi diskusi modern. Paparan atasa berbagai tahap dalam sejarah filsafat sosial dikemukakan dalam kaiitannya dalam pembahasan tentang lingkungan sosial yang berubah. Pembahasannya terbatas pada tradisi filsafat sosial Eropa sejak Abad pertengahan hingga saat ini. Dapat dikatakan bahwa pembahasan itu menggambarkan kelahiran dan keruntuhan pasar bebas sebagai perentara sosial utama dan sebagai kunci untuk memahami masyarakat.
            Kajian atas filsafat sosial bukan hanya penting untuk mencermati berbagai hal melalui persfektif yang lebih luas, namun juga untuk menetapkan pikiran, dengan cara yang terpelajar, tentang apa yang mesti dilakukan. Dengan lebih banyak mengacu pada tradisi umum filsafsat sosial dari pada tradisi-tradisi yang lebiih khusus berupa filsafat moral, filsafat politik, filsafat hukum, sejarah, atau ilmu-ilmu sosial, ingin menekankan kesatuan fundamental dari berbagai ragam refleksi menenai masyarakat. Dan dengan menampilkan filsafat sebagai bagian integral dari proses sosial, dan berharap untuk bisa menghindari kesalahan yang menganggap filsafat sebagai bidang yang mengawang-ngawang dan tidak bersinggung dengan perjuangan politik, atau sedemikian ganjil sehingga tidak relevan dan perjuangan politik itu.

Nama Buku    : Filsafat Ilmu, Kajian atas Asumsi
   Dasar, Paradigma dan Kerangka Teori Ilmu Pengetahuan
Pengarang       : Mohammad Muslih
Penerbit           : Belukar
Tahun Terbit    : 2004
Tebal               : 282 Halaman

Dalam buku ini disajikan beberapa peran penting filsafat ilmu yang meliputi: filsafat ilmu sebagai landasan filosofis bagi tegaknya ilmu pengetahuan; yakni sebagai pembuka jalan bagi terbentuknya dasar-dasar bangunan tradisi ilmiah; filsafat ilmu sebagai satu-satunya pola pikir yang dapat dipertanggungjawabkan; filsafat ilmu menawarkan banyak pola pikir dengan memperhatikan kondisi objek dan subjek ilmu.
Demikian urgensinya filsafat ilmu dilihat oleh mohammad muslih ini, tetapi pada saat yang sama terlihat olehnya referensi, literatiur atau texbook yang ada belum terkontruksi secara baik dan komprehensif. Karena itu, buku yang ditulisnya ini, yang pada awalnya disebutkan merupakan diktat kuliah sebagai persiapan dalam membina mata kuliah filsafat, dicoba dikembangkan olehnya untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Buku ini disusun dalam 7 bab dengan rincian sebagai berikut:
Bab I, merupakan bab pendahuluan sebagai pengantar memahami seluk beluk filsafat ilmu; Bab II, membicarakan hakekat ilmu pengetahuan. Bab III, membahas asumsi dasar dari proses keilmuan. Berdasar hal ini, aliran kefilsafatan mulai menampakkan coraknya, antara lain rasionalisme, empirisisme, kritisisme dan intuisionisme. Bab IV, membahas filsafat dari aspek paradigma dari bangunan ilmu pengetahuan. Hal ini meliputi positivisme, post-positivisme, contructivism dan critical theory. Bab V, membahas kerangka dasar teori keilmuan, suatu diskusi metodologi mulai dari metode induksi eksperimental yang dipaparkan Francis Bacon, verifikasi oleh vienna circle, falsifikasi oleh Karl Popper sampai ke revolusi sains oleh Thomas S. Khun dan Metodologi Program Riset oleh Imre Lakatos. Bab VI, secara khusus membahas metodologi-metodologi baru bagi ilmu-ilmu sosial dan Bab VII, membahas secara khusus epistemologi Islam dari Abd Al-Jabiri mengenai bayani, irfani dan burhani; ditambah dengan Iluminasinya al-Suhrawardi – model lai dari epistemologi islam. Bab VIII Penutup.

Nama Buku     : Melacak Jejak Filsafat
Pengarang       : H. Jono dan Cecep Sumarna
Penerbit           : Sangga Buana Bandung
Tahun Terbit    : 2006
Tebal               : 184 Halaman

Buku Melacak Jejak Filsafat ini menggambarkan tentang dialektika kritis kefilsafatan sejak jaman Yunani Kuno sampai pada era moden yang menitikberatkan pada cara kerja positivis dan keinginan melakukan pengkajian ulang terhadap capaian positivis.
Dalam buku ini diuraikan pengertian filsafat dalam perspektif bahasa dan istilah, ciri berpikir filsafat: radikal, universal, spekulatif, dan sistemik; ruang lingkup kajian filsafat: metafisika, epistemologi (tentang sumber-sumber pengetahuan, karakteristik pengetahuan, dan kebenaran pengetahuan), aksiologi, logika, etika-estetika, dan sejarah filsafat.
Selain pembahasan di atas, penulis juga menguraikan hubungan antara filsafat dan agama. Hal ini dikaji karena dilatarbelakangi oleh adanya suatu pemikiran bahwa antara agama dan filsafat memiliki pemikiran yang diametral. Filsafat berbeda dengan agama baik dari segi sumber kebenaran yang ada pada keduanya maupun orang yang membawa keduanya. Penulis melihat bahwa filsafat harus ditempatkan sebagai metode berpikir dalam memahami agama.
Babkeempat menjelaskan tentang corak berpikir kefilsafatan yang terjadi pada awal kelahirannya di Yunani mulai dari Thales, Anaximandros, Anaximenes, Herakleitos, dan berbagai filosof yang berkembang sebelum Socrates, Plato, dan Aristoteles. Dilihat dari segi tempat perkembangan pemikirannya di Melitos, Ephesos, dan Elea juga Athena. Pada bab selanjutnya dibahas tentang aliran positivisme, dampaknya, serta paham-paham yang lahir akibat aliran positivisme.

Nama Buku     : Filsafat Ilmu
Pengarang       : DR. Amsal Bakhtiar, M.A.
Penerbit           : Rajawali Pers
Tahun Terbit    : 2005
Tebal               : 239 Halaman

            Bagian pertama buku ini membahas tentang Ruang Lingkup Filsafat Ilmu. Filsafat dan Ilmu adalah dua kata yang terpisah tetapi saling terkait. Filsafat sebagai proses berfikir yang sistematis dan radikal mempunyai obyek material dan obyek formal. Obyek materinya adalah segala yang ada baik yang tampak (dunia empirik) maupun yang tidak tampak (alam metafisik). Sementara Ilmu juga memiliki dua obyek yaitu obyek material dan obyek formal. Obyek materialnya adalah alam nyata misalnya tubuh manusia untuk ilmu kedokteran, planet untuk ilmu astronomi dan lain sebagainya. Sedangkan obyek formalnya adalah metoda untuk memahami obyek material misalnya pendekatan induktif dan deduktif.
Pada buku ini juga dijelaskan kebenaran epistemologis dengan anggapan penulis bahwa kebenaran ontologis dan semantis sudah tercakup didalamnya. Ada empat teori yang menjelaskan tentang kebenaran epistemologi yaitu yang pertama adalah teori korespondensi, yang menyatakan bahwa kebenaran adalah kemanunggalan antara subyek (esensi yang diberikan) dengan obyek (esensi yang melekat pada obyeknya). Kedua adalah teori koherensi yang menyatakan bahwa kebenaran ditegakkan atas hubungan antara putusan yang baru dengan putusan-putusan sebelumnya yang telah diketahui dan diakui kebenarannya terlebih dahulu. Disebut koheren jika memenuhi empat syarat penegrtian yang bersifat psikologis, logis, kepastian dan keyakinan tidak dapat dikoreksi dan kepastian yang dignakan dalam pembicaraan umum. Teori kebenaran yang ketiga adalah pragmatisme kebenaran yang menyatakan bahwa benar tidaknya sesuatu ucapan, dalil semata-mata bergantung pada azas manfaat (bersifat fungsional bagi manusia) dan teori terakhir adalah agama sebagai teori kebenaran. Dalam teori ini sesuatu dinyatakan benar apabila sesuai dengan ajaran agama atau wahyu sebagai penentu kebenaran mutlak.
Bab terakhir dari buku ini membahas tentang sarana ilmiah. Bahasa, matematika dan statistik serta logika merupakan sarana untuk pengembangan ilmu pengetahuan. Dengan kemampuan kebahasaan akan terbentang luas cakrawala berpikir seseorang sehingga tiada batas dunia baginya. Matematika juga merupakan bahasa yang melambangkan serangkaian makna dari serangkaian pernyataan yang ingin disampaikan. Lambang-lambang matermatika bersifat artifisial yang mempunyia arti tersendiri. Sementara buku ini mendefenisikan statistika sebagai sekumpulan metoda untuk membuat keputusan yang bijaksana dalam keadaan yang tidak menentu. Sarana ilmiah lainnya adalah logika. Logika adalah sarana untuk berfikir sistematis, valid dan dapat dipertanggung-jawabkan. Untuk mendapatkan sebuah kesimpulan, mungkin membutuhkan pemikiran yang rumit, panjang dan berliku-liku, sehingga diperlukan hukum-hukum pikiran beserta mekanisme yang dapat digunakan secara sadar untuk mengontrol perjalanan pikiran yang sulit dan panjang itu. Buku ini menyebutkan ada tujuh aturan berpikir dengan benar yaitu : mencintai kebenaran, menyadari apa yang dikerjakan, menyadari apa yang dikatakan, dapat membedakan dua hal yang samatetapi tidak identik, mencintai definisi yang tepat, menyadari kenapa membuat kesimpulan demikian dan mampu menghindari dan mengindentifikasi kesalahan pemikiran.

Judul Buku      : Filsafat Analitik
Pengarang       : Rijal Mustansyir
Penerbit           : Pustaka Pengajar
Tahun Terbit    :  2001
Tebal               : 199 Halaman

Isi dalam buku ini menceritakan tentang sejarah, perkembangan dan peranan para tokohnya. Dalam perkembangan filsafat sejak zaman pra-Yunai kuno hingga abad Ke-20 yang banyak melahirkan aliran filsafat dan setiap aliran tersebut memiliki kekhasanya masing-masing dan metode yang berbeda-beda dalam memperoleh kebenaran.
Selain aliran-aliran filsafat, muncul juga Mazhab Analitika Bahasa pada abad ke 20. Munculnya mazhab ini merupakan reaksi terhadap idealisme khususnya  Neo Hegelianisme di Inggris. Buku ini membicarkan pandangan tokoh-tokoh benih Analitika Bahasa dan ruanglingkupnya. Buku ini juga di membahas mengenai konsep utama dari tokoh-tokoh utama gerakan Mazhab Analitik Bahasa, tokoh-tokoh tersebut seperti ; bertand Russell, Ludwing Wittgenstein, Alfeid jules Ayer,Gilbert Ryle dan jhon langshaw Austin, kelima tokoh tersebut pula yang mewakili corak pandangan mazhab ini.  Mereka juga mempunyai tiga gerakan yang di kenal dengan nama Atomisme, Logik, Positivisme Logik. Dalam buku itu juga di kemukakan  tiga macam  teori arti dengan keunggulan dan kelemahannya dan dapat dilakukan evaluasi secara kritis terhadap bebagai arti yang di anut.
            Buku ini memberikan pemahaman pada kita, mengenai filsafat  analitik terutama mazhab anlitik bahasa. Sehingga pembaca mampu menyerap informasi tentang filsafat analitik terutama analitik bahasa

Judul Buku      : Filsafat Sejarah
Pengarang       : G.W.F. Hegel
Penerjemah      : Cuk Ananta Wijaya (Dosen Filsafat UGM)
Penerbit           : PUSTAKA PELAJAR. YOGYAKARTA

Buku ini memaparkan berbagai hal mengenai filsafat yang berkaitan dengan sejarah dan hubungannya. Dalam buku yang sangat berpengaruh ini, hegel tidak menulis sejarah, tetapi menulis filsafat. Jika filsafat membicarakan apa yang telah terjadi (masa lampau), atau dalam perkembanganya yang maju membahas apa yang akan terjadi (masa depan), maka sejarah dalam kerangka filsafat membicarakan apa yang ada, yang memiliki eksistensi abadi-yakni Rasio.
Hegel  berbicara mengenai seni dan ilmu. Pembahasan seni dan ilmu ini meliputi  kebangkitan ilmu, berkembang seni murni dan penemuan Amerika serta jalan India melalui tanjung harapan dapat dibandingkan dengan fajar yang merekah, yang sesudah angin topan yang lama reda munculah hari yang cerah dan suci. Hari ini adalah universalitas, yang menyibak dunia setelah mengalami malam jaman pertengahan yang luar biasa, yang panjang dan mengerikan satu hari yang ditentukan oleh ilmu, seni dan dorongan yang menemukan yaitu melalui yang paling mulia dan paling tinggi. Oleh karenanya ilmu merupakan hal hal baku jika di bandingkan sengan sejarah.




0 komentar:

Poskan Komentar